Contact information

PT. Digitalisasi Global Inklusif. Perumahan Griya Permata Gedangan Blok H5, no. 26, Sidoarjo, East Java Indonesia. Postcode: 61254

We are available 24/ 7. Call Now. (+62) 85157787595 pt.dgi.business@gmail.com
Asal Mula Muncul Ransomware, Bagaimanakah Kisahnya?

Asal mula muncul ransomware, bagaimanakah kisahnya? Itu mungkin menjadi sebuah pertanyaan besar yang sering dilontarkan banyak orang. Sebab, ransomware ini dapat mengenkripsi atau mengunci sebuah data, dokumen, atau file penting. Hingga akhirnya kejadian tersebut tentu sangat membuat kesal pemilik dokumen. Sebab, di antara banyaknya data pasti ada beberapa file penting yang sering dibutuhkan. Salah satunya data penting sebuah perusahaan.

Kelakuan hacker ini akan sangat merugikan korban. Ketika para hacker menyerang perangkat seseorang dengan ransomware, semua data otomatis tidak dapat terbuka alias telah terkunci atau terenkripsi. Bayangkan, seketika data atau dokumen yang Anda punya awalnya baik-baik saja, tetapi kemudian tidak bisa dibuka dan digunakan sama sekali. Bahkan itu bisa jadi menyerang seluruh dokumen yang ada di perangkat. Anda pasti akan sangat kesal dan mungkin merasa panik.

Dari situlah mungkin timbul pertanyaan, misalnya tentang apa asal mula muncul ransomware, bagaimanakah kisahnya? Atau apa sih ransomware itu?

Sebelum berbicara lebih dalam, mari kita bahas lebih dulu apa itu ransomware.

Apakah Ransomware Itu? Bagaimanakah Cara Muncul dan Menyerangnya?

Bagi Anda yang belum tahu, ransomware ini adalah sejenis malware yang dapat menyerang perangkat, seperti laptop, komputer, atau handphone. Ketika ransomware ini sudah menginfeksi perangkat, seluruh data atau dokumen menjadi terkunci atau terenkripsi.

Ketika data, dokumen, atau file tersebut telah terkunci atau terenkripsi, nantinya tidak bisa digunakan. Untuk menggunakannya kembali Anda tentu harus memulihkannya. Jangan khawatir jika tidak bisa mengatasinya. Sebab, Anda bisa menggunakan jasa yang mampu membantu menyelesaikan permasalahan tersebut.

Bagaimanakah Asal Mula Muncul Ransomware?

Setelah mengetahui sekilas tentang apa itu ransomware, mari selanjutnya kita bahas terkait asal mula muncul ransomware, bagaimanakah kisahnya?

Salah satunya ransomware Wanna Decrptoy atau bisa pula disebut dengan WannaCry. Suatu hari, Indonesia sempat dihebohkan dengan permasalahan menyangkut ransomware varian ini. Banyak perusahaan atau instansi yang data atau dokumennya terkunci. Hal itu disebabkan ya karena kasus penyerangan ransomware oleh para hacker tersebut.

Setelah ditelaah, ternyata ransomware WannaCry ini pertama kali muncul kira-kira sejak April 2017. Sementara ada pula yang mengatakan bahwa kemunculan ransomware varian WannaCry ini dirasakan oleh beberapa perusahaan Eropa.

Pada saat itu, perusahaan yang berada di Eropa tersebut mengalami kendala terkait sistem Windows. Lebih tepatnya, mereka gagal mengakses perangkat karena Windows mission-critical terkunci atau terenkripsi.

Ketika Windows mereka sudah terkunci, akhirnya beberapa perusahaan Eropa tersebut diminta untuk membayar tebusan. Jadi, pada saat itu hacker memperingatkan korban untuk membayar biaya dengan nominal tertentu dengan iming-iming data akan pulih. Permintaan untuk membayar tebusan tersebut hacker buat melalui sebuah tulisan peringatan.

Sejak saat itulah, kabar tentang ransomware mulai melejit. Usai kejadian tersebut, isu terkait ransomware justru berkembang dengan pesat. Bahkan bisa dikatakan menjadi wabah teknologi baru yang melanda di tidak sedikit organisasi, perusahaan, atau instansi. Tidak hanya di satu, tetapi banyak negara.

Kemudian perusahaan atau instansi yang tedampak dari kasus tersebut alias menjadi korban kejahatan siber ransomware terpaksa mematikan kegiatan operasional sementara. Untuk mengatasinya, mereka harus meniadakan infrastruktur IT sampai semua masalah selesai. Hal itu pun berdampak ke bagian lainnya.

Muncul Ransomware, Siapa Sajakah yang Bisa Terdampak?

Untuk ransomware varian WannaCry ini biasanya menyerang sistem yang berbasis Windows. Namun yang menjadi incarannya, Windows tersebut adalah yang sudah usang atau memiliki beberapa kerusakan yang terbilang cukup parah.

Jika dilihat dari segi wilayahnya, Eropa merupakan salah satu kawasan yang terdeteksi paling banyak mengalami serangan wabah ransomware WannaCry ini lho. Akan tetapi ternyata bukan hanya Eropa, ada pula negara-negara lainnya yang mengalami hal serupa. Beberapa di antaranya adalah kawasan Timur Tengah, Jepang, hingga beberapa negara di kawasan Asia Pasifik. Negara-negara tersebut juga memiliki tingkat terinfeksi ransomware yang cukup tinggi.

Serangan ransomware yang merugikan karena ulah hacker ini begitu berdampak besar terhadap beragam sektor. Khususnya yang paling terasa tentu sektor industri. Di dalamnya termasuk industri, seperti energi, manufaktur, kesehatan, teknologi, media dan komunikasi, pemerintahan, dan masih banyak lagi.
Saking berbahayanya, mungkin ransomware ini tidak membidik secara khusus data atau dokumen mana yang disasar. Itu berarti ransomware ini memiliki sifat infeksi yang begitu luas sehingga dapat menyerang beragam target secara lebih spesifik.

Beberapa Jenis Ransomware yang Sering Muncul

Asal mula muncul ransomware, bagaimana kisahnya? Mungkin pertanyaan itu sudah sedikit terjawab bukan setelah membaca beberapa penjelasan di atas?

Setelah paham hal itu, Anda tentu juga harus tahu apa saja jenis-jenis ransomware yang biasa menyerang perangkat. Ini dia rincian jenis-jenis ransomware yang Anda perlu tahu.

  1. Encrypting Ransomware
  2. Non-encrypting Ransomwaer
  3. Leakware (Doxware)
  4. Mobile Ransomware

Selain keempat jenis tersebut, ada pula jenis ransomware menurut Territory Channel Manager, di antaranya:

  1. Trojan-Ransom.Win32.Wanna
  2. Trojan-Ransom.Win32.Stop
  3. Trojan-Ransom.Win32.Cryakl
  4. Trojan-Ransom.Win32.Gen
  5. Trojan-Ransom.Win32.GandCrypt

Bagaimanakah yang Harus Dilakukan Ketika Ransomware Muncul dan Menyerang?

Hal terpenting yang harus diketahui ketika perangkat Anda terinfeksi ransomware adalah jangan membayar tebusan apa pun ketika hacker mengancam. Sebab, itu adalah salah satu cara hacker menipu korban.
Mereka hanya akan merugikan korban dengan meminta tebusan untuk memulihkan file atau dokumen di perangkat.

Nominal uang tebusan tentu akan beragam. Hacker bisa jadi meminta uang tebusan mulai jutaan hingga belasan juta bahkan bisa lebih dari itu. Padahal uang tebusan tersebut tidak menjamin data akan terpulihkan. Hal itu tentu hanya akan sangat merugikan.

Selain itu, salah satu cara pula untuk mengatasi permasalahan terkait ransomware ini Anda bisa serahkan kepada jasa yang mampu menyelesaikannya dengan baik. di Indonesai, ada perusahaan IT Digipedia yang 100% mampu mengatasi hal ini dengan baik. Data-data yang terkunci akan aman dan bisa pulih seperti sedia kala.

Penulis: Aprilia Wahyu Melati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jasa Buat Aplikasi dan Website Custom, LMS, ELEARNING, KASIR, LANDING PAGE
Tertarik Bekerjasama?

Diskon ~40% All Services Berlaku!

Minta Penawaran Sekarang.
  • right image
  • Left Image